Rabu, 22 Agustus 2012


Tak Akan Tergantikan


bunga Masih teringat dengan jelas saat tangan itu membelaiku
Terasa terbang seluruh beban yang menghimpit ini
Rasanya nyaman, aman dan tentram dalam dekapmu
Yang melukiskan seribu cinta tak terkatakan
Dicintamu
Kudapatkan apa yang kusebut kemurnian dan ketulusan yang sejati
Yang begitu mudahnya dipermainkan oleh orang lain
Yang mengira itu adalah cinta sejati
Disenyummu
Kutemukan kebahagiaan sejati yang lahir dari hati yang iklas
Yang kadang hanya dijadikan topeng oleh orang lain
Dengan tujuan menunjukan keramahan palsu
Dimarahmu
Kudapatkan yang dinamakan pengajaran untuk menunjukkan benar dari salah
Yang kadang diputar balikan oleh orang lain
Hanya untuk menutupi kesalahan diri dan melepaskan tanggungjawab
Jika membandingkanmu dengan orang lain
Seperti membandingkan batu berlian dengan batu kali
Seperti membandingkan emas murni dengan imitasi
Seperti membandingkan ketulusan dan kemunafikan
Memang sosokmu tak akan pernah tergantikan
Tak akan pernah terbandingkan
Tak akan pernah dapat dibandingkan dengan apapun
Karena dirimulah pribadi yang membuat aku seperti ini
Dengan cintamu, belaianmu, amarahmu, pengorbananmu
Kau membentuk pribadi yang lemah menjadi tegar
Pribadi yang merepotkan menjadi mandiri
Tak pernah bisa kubayangkan jika aku tanpamu dan tak pernah bersamamu
Akan seperti apa hidupku nantinya
Dan kau adalah malaikat luar biasa yang diberikan Tuhan untukku
Yang dengan lembut aku memanggilmu…… Ibu


Kaulah Malaikat penjaga dalam hidupku
Kaulah pelita dalam gelapku
Kaulah pegangan dalam rapuhku
Kaulah penolong dalam susahku
Tak pernah sedikitpun kudengar kau mengeluh
Padahal aku nakal dengan semua perbuatanku
Kumerajuk dengan semua keinginanku
Dan kumarah jika tak terpenuhi apa yang kumau
Tak Pernah sedikitpun kau kecewa
Padahal nilai pelajaranku banyak yang buruk
Padahal aku suka membantah saat kau beri nasehat
Dan aku tahu banyak hal buruk yang telah aku lakukan
Ayah dan Ibu
Luar biasa kesabaran dan cintamu padaku
Luat biasa pengorbanan dan pengampunanmu padaku
Luar biasa semua yang telah kau lakukan untukku
Betapa beruntungnya aku lahir darimu
Dibesarkan dan dijaga olehmu
Jika bukan karenamu tak akan bisa aku seperti ini
Berdiri tegar sampai hari ini
Sekalipun kukumpulkan banyak uang, tak akan terbayar jasamu
Sekalipun kukorbankan seluruh kehidupanku, tak tertandingi dengan jasamu
Sekalipun seluruh dunia kuserahkan dibawah kakimu, tak tersaingi cintamu
tak akan sebanding apa yang bisa kuberikan dengan apa yang telah kau berikan
Ayah dan Ibu
Terima kasih, terima kasih, terima kasih untuk semuanya
Cintamu, kesabaranmu, pengorbananmu, pemeliharaanmu
Tuhan
terima kasih untuk ayah dan ibu yang telah Kau beri

Senin, 20 Agustus 2012

English EDUCATION


  • Adverbial phrases are so-called because they can occur in the same range of positions as single adverbs; but many such adverbial phrases, paradoxically, do not contain an adverb. Such adverb-less adverbial phrases are typically prepositional phrases, as [italicized] in the examples below:
- On Friday night, I'm playing squash.
- Their marriage broke up in the most painful way.
- May I, on behalf of the shareholders, congratulate you?
(Jame R. Hurford, Grammar: A Student's Guide. Cambridge Univ. Press, 1994)

  • "Like adverbs, adverb phrases can cause confusion because there is some flexibility in where they occur within sentences, and even in modifying the sentence structure. As well, adverb phrases are sometimes embedded into other phrases.

    "Examples are:
a. 'Laura, a better, gentler, more beautiful Laura, whom everybody, everybody loved dearly and tenderly.' [Norris]
[ADVERB PHRASE]

b. 'He had taken her hand sympathizingly, forgivingly, but his silence made me curious.' [Michelson]
[ADVERB PHRASE]

c. 'David, on the lowest step, was very evidently not hearing a word of what was being said.' [Porter]
[ADVERB PHRASE EMBEDDED INTO
VERB PHRASE]
Our first example identifies an adverb phrase following the verb loved; the next example shows an adverb phrase following the noun hand and removed from the verb it modifies; the third example has an adverb phrase embedded into a verb phrase was . . . hearing. Such flexibility makes it more difficult to identify these phrases; therefore, noting the head adverb can be of help."
(Bernard O'Dwyer, Modern English Structures: Form, Function, and Position. Broadview, 2006)

Cry


Perpisahan yang Tak Pernah Ku Inginkan

Waktu ini terus berjalan
Meski perlahan tp pasti
Melenyapkan sebuah kisah
Antara kau dan aku

Terima kasih kuucapkan kepadamu
Yang telah merubah duniaku
Walau akhirnya harus aku yang mengalah kepadanya
Tapi aku takkan pernah menyesal mencintaimu

Perpisahan ini bukanlah sebuah akhir
Namun, ini merupakan sebuah awal
Awal untuk melepasmu
Awal untuk merelakanmu
Dan awal untuk mengenangmu

Aku tak pernah menginginkan ini terjadi
Rasanya waktu ini cepat sekali berputar
Andaikan aku diberi waktu 1 hari lagi
Aku pasti takkan menyia-nyiakannya