Senin, 18 Juni 2012

Membangun Moralitas Mahasiswa


A.      Pengertian Moralitas, Mahasiswa dan Globalisasi

a.1. Pengertian Moralitas                                              
Menurut Sonny Keraf :
“Moral menjadi tolak ukur yang dipakai masyarakat untuk menentukan baik buruknya tindakan manusia sebagai manusia, mungkin sebagai anggota masyarakat atau sebagai orang dengan jabatan tertentu atau profesi tertentu.” 

Moral yang dimaksud dalam makalah ini adalah sesuatu yang berhubungan atau berkaitan dengan menentukan baik buruknya dalam bertindak mahasiswa dalam menentukan perilakunya.
Sedangkan moralitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
“Moralitas adalah sopan santun, segala sesuatu yg berhubungan dengan etika atau adat sopan santun.
a.2. Pengertian Mahasiswa      
Kata mahasiswa sendiri terdiri dari kata maha dan siswa, maha berarti sangat, tinggi sedangkan siswa berarti murid, pelajar.
Menurut PP RI No 30 tahun 1990:
 “Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dalam perguruan tinggi.

Sedangkan menurut kamus besar bahasa indonesia:
“Mahasiswa adalah orang yang belajar diperguruan tinggi.”
a.3. Pengertian Globalisasi
Kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya universal. Globalisasi diartikan sebagai proses yang menghasilkan dunia tunggal ( Robertson, 1992 : 396). Masyarakat diseluruh dunia menjadi saling tergantung di semua aspek kehidupan.
Menurut Malcom Waters :
“Globalisasi adalah sebuah proses social yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan social budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.”

B.  Studi Kasus Moralitas Mahasiswa sebagai dampak globalisasi
Berikut merupakan contoh-contoh kasus dan permasalahan moralitas mahasiswa sebagai dampak globalisasi :
1.      Malam menjelang ujian esok hari, seorang mahasiswa malas belajar dan memilih untuk bermain game dan browsing menggunakan internet semalaman. Hingga keesokan harinya mahasiswa ini bangun kesiangan. Meskipun terlambat, dia tetap diperbolehkan mengikuti ujian. Dengan Hand Phone miliknya dia menanyakan jawaban kepada teman lain melalui sms, sesekali mahasiswa ini mencari jawaban melalui internet.
Kasus tersebut memberikan kemudahan pada mahasiswa akan tetapi memberikan dampak negative yakni ketidakadanya rasa kejujuran pada mahasiswa. Mahasiswa seakan lupa dengan tanggungjawabnya sebagai seorang mahasiswa.
2.      Seorang mahasiswi metropolitan yang sangat tertarik dengan fashion up to date. Setiap hal yang berhubungan dengan fashion selalu dihampirinya. Belanja untuk kepuasan pribadi mengahmbur-hamburkan uang membeli barang yang kurang bahkan tidak penting.   
Dengan cepatnya perkembangan teknologi yang merupakan bagian dari arus Globalisasi sangat mudah untuk diakses saat ini, sehingga dengan gaya hidup seperti itulah mahasiswi tersebut mulai berperilaku menyimpang. Contohnya seperti memakai pakaian yang tidak menutup aurat. Hal ini sangat bertentangan dengan budaya timur yang dikenal sangat menjunjung tinggi etika dan moral.
3.      Mahasiswa/i merasa tertekan oleh pelajaran di kampus, masalah keluarga bisa ekonomi, broken home, dan lain-lain. Mereka melampiaskan kekesalan dengan mencari teman baru. Tanpa berpikir panjang teman yang mereka pilih ternyata Bandar narkoba. Dengan mudahnya mahasiswa dipengaruhi untuk mengonsumsi barang haram tersebut.
4.      Sebuah kasus yang menunjukan begitu rentannya pelajar dan mahasiswa mengalami kerusakan moral adalah di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa sekitar 80% mahasiswi di sana telah kehilangan keperawanan. (Tapurnomo.blogspot.com/2010/03/mero)
Karakter hedonisme yang mengakibatkan mahasiswa/i kehilangan arah dalam mencapai cita-cita pendidikan. Mereka terjerumus kedalam pergaulan bebas yang pada akhirnya membawa mereka ke minum-minuman keras, narkoba hingga seks bebas. Hilangnya kendali dalam diri mereka karena pola pikir dan main set yang telah terkontaminasi oleh desakan abstrak.
Ironis, mahasiswa sekarang sudah lupa pada tugas dan hakikatnya, ibarat sebuah peribahasa yaitu “bagai macan yang kehilangan taringnya”. Mahasiswa yang katanya merupakan kaum intelektual mempunyai pemikiran kritis, analisa tajam, serta diharapkan untuk memperjuangkan masa depan bangsa, seakan-akan kehilangan rohnya. Peran kebajikan sebagai mahasiswa seolah terlupakan dan cenderung tidak dipikirkan lagi, semua itu terlihat dari kehidupan mahasiswa dewasa ini. Ketika hedonisme dielu-elukan, trend dan mode dituhankan dan kampus dijadikan jalannya yang terjadi hanyalah sebuah kekerdilan pemikiran para mahasiswa. Kampus sebagai pusat peradaban kaum intelektual pun kini tak lebih terlihat sebagai pusat fashion show mahasiswa dan tempat bermain mengisi waktu bersama teman-teman.
            Beberapa masalah yang berkaitan dengan moralitas mahasiswa yang sering ditemui  seiring dengan arus globalisasi:
¨  Salah pergaulan, apabila kita salah memilih pergaulan kita juga bisa ikut-ikutan untuk melakukan hal yang tidak baik.
¨  Orang tua yang kurang perhatian, apabila orang tua kurang memperhatikan anaknya, bisa-bisa anaknya merasa tidak nyaman berada di rumah dan selalu keluar rumah. Hal ini bisa menyebabkan remaja terkena pergaulan bebas.
¨  Ingin mengikuti trend, bsia saja awalmya para remaja merokok adalah ingin terlihat keren, padahal hal itu sama sekali tidak benar. Lalu kalu sudah mencoba merokok dia juga akan mencoba hal-hal yang lainnya seperti narkoba dan seks bebas.
¨  Himpitan ekonomi yang membuat para remaja stress dan butuh tempat pelarian.
¨  Kurangnya pendidikan Agama dan moral.
Faktor-faktor di atas sebagian besar dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Dengan berkembang pesatnya teknologi pada zaman sekarang ini, arus informasi menjadi lebih transparan. Kemampuan masyarakat yang tidak dapat menyaring informasi ini dapat mengganggu akhlak. Pesatnya perkembangan teknologi dapat membuat masyarakat melupakan tujuan utama manusia diciptakan, yaitu untuk beribadah.
C.     Upaya Membangun Moraliatas Mahasiswa di era Globalisasi
1.      Meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal sholeh.
2.      Untuk meghindari salah pergaulan, harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak.
3.      Peran orang tua, dosen, orang terdekat sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak.
4.       Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buru, pengaruh budaya asing yang tidak sesuai lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Dewasa ini, orang-orang menganggap bahwa merokok meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sehingga kebiasaan ini tidak hanya akan mempengaruhi dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang di sekelilingnya.
5.      Adanya mata kuliah Pendidikan moral dan Pengembangan karakter salah satunya Pendidikan Kewarganegaraan yang didikuti mahasiswa untuk menanamkan pada diri masing-masing akan pentingnya pendidikan karakter untuk memperbaiki moral bangsa. Lalu pendidikan agama yang didalamnya terdapat berbagai pendekatan untuk menuju moral yang lebih baik.
6.      Memanfaatkan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebaik-baiknya.
7.      Memperteguh penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
 (Sumber:Wikipedia dan referensi buku Pendidikan kewarganegaraan )

the short story

Okey guys,,, i want to tell about my mind hahhahhaha
lo pasty kenal donk sama yang di foto nih? yups they are Robert Pattinson and Kristen Stewart,,, mereka tuh di anggap pasangan yang sangat serasi lohh,, pemain film keren Twilight, breaking down ini udah lama pacaran dan sangat cccok sekali ketika mereka di satukan dalam film yang sangat keren dan menantang, yaaa robert yang berperan sebagai Edward itu eorang vampire yang jatuh cinta kepada Bella yang di perankan oleh Kristen stewart yang di mana bella ini adalah manusia biasa,, ehhmm "kok bisa yaa??" yupss cinta itu emang buta brow,,, upsttt salahhh itu kan emang udah critanya kaya gitu di mana bella harus jatuh cinta juga sama Edward,,, sungguh terlalluu :D
but, kalian harus tau lohh,, sebenarnya tuh ga ada yang namanya vampire di dunia ini apalagi vapire yang falling in love with human,, "Imposible" hehhehe
kalian positive thinking aja de,, kita kan masih manusia normal kan?? lagian ga ad juga vampire yang mau sama kita,, hahah cewek or cowok di dunia vampire aja udah cakep2 kan? yaa kan? ngaku ga lo??? :P
jiahh kok jadi ngomongin vampire sihh???? udah dullu ahhh,,, cape nian nih tangan :(
heheh see you sahabatku,,, mampir di blog saya yaa dan jangan lupa follow :)
Ciutkan pos ini